Update Covid-19 : Naik Signifikan, Kasus Positif Harian

Setelah melalui serangkaian tahapan yang cukup panjang mulai dari penelitian, formulasi, pengembangan, dan uji praklinis hingga implementasi uji klinis Tahap I dan II, kini vaksin Merah Putih telah memasuki uji klinis Tahap III.

Ini menandai dimulainya uji coba vaksin merah putih Tahap III baru-baru ini di Aula Fakultas Kedokteran, Kampus A, Universitas Airlangga, Surabaya.

Peluncuran uji klinis vaksin merah putih tahap ketiga ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan yang diwakili oleh Direktur Produksi dan Distribusi Obat, Agusdini Banun Saptaningsih, Apt, MARS, Presiden POM Penny K. Lukito, Konsultan UNAIR yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi dan Informasi Mohamed Moftah Sorour, Direktur PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia, FX Sudirman, Lead Red White Vaccine Research Team, Fedik Abdul Rantam, dan Principal Investigator in the Red White Vaccine Pengadilan Dominicus Husada.

angka kasus positif

Vaksin merah putih ini merupakan produk vaksin lokal yang bekerja sama dengan Universitas Airlangga (UNAIR) dan PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia.

Pada uji klinis tahap ketiga ini direncanakan melibatkan 4.005 orang bekerjasama dengan 5 rumah sakit yaitu RSUD dr. Soetomo Surabaya, RS UNAIR Surabaya, Dr. Saif Anwar Malang, RS Jember Long, dan dr. Soebandi Jember.

Uji klinis dilakukan untuk mengkonfirmasi kemanjuran dan pengendalian efek samping vaksin Marah Putih.

Selain sebagai vaksin utama, vaksin Merah Putih juga didorong untuk digunakan sebagai vaksin booster dan anak.

Untuk meningkatkan jangkauan vaksin ke tingkat global, vaksin merah putih juga didorong untuk mendaftar dan mendapatkan rekomendasi daftar penggunaan darurat WHO.

Ini merupakan langkah besar dalam upaya bangsa Indonesia untuk mencapai kemandirian di bidang produksi vaksin, khususnya vaksin Covid-19.

Pemerintah mendukung penggunaan vaksin merah putih untuk meningkatkan penggunaan produk obat dan bahan baku obat yang dapat diproduksi di dalam negeri.

Direktur Produksi dan Distribusi Farmasi Kementerian Kesehatan Agusdini Banun Saptaningsih, Apt, MARS mengatakan uji klinis vaksin merah putih tahap 3 ini merupakan bentuk kesiapan infrastruktur riset dan manufaktur, serta sumber daya manusia lokal untuk memproduksi vaksin tersebut. vaksin.

“Kami berharap kolaborasi antara industri, akademisi/lembaga penelitian dan pemerintah saat ini dapat meningkatkan ketahanan sektor farmasi di Indonesia,” ujarnya di Surabaya mengutip Kementerian Kesehatan belum lama ini.

Kepala Badan POM, Penny K. Lukito, berharap uji klinis fase 3 ini dapat berjalan lancar dan hasilnya dapat diterima dengan baik sehingga dapat dilakukan operasi selanjutnya.

“Vaksin merah putih tidak hanya menjadi alternatif vaksin Covid-19 di Indonesia, tetapi juga bisa menjadi produk ekspor ke depan,” kata Benny. (*)

Sumber : centralcakung