Kumamoto (13/11/2016). Setelah sebelumnya membahas bagaimana cara membuat abstrakpendahuluan, alat, bahan dan metode, serta diskusi dan pembahasan yang disatukan. Kini saatnya untuk memberikan tips bagaimana caranya untuk membuat diskusi yang terpisah dari hasil untul publikasi di Jurnal Internasional yang bereputasi.

Tulisan di halaman ini khususnya untuk mahasiswa bimbingan saya agar mengikuti tata cara penulisannya. Perlu diketahui bahwa tujuan membuat sebuah karya ilmiah termasuk artikel ilmiah, skripsi, tesis, dan disertasi tujuannya adalah melaporkan penelitian yang telah dilakukan agar bisa tersampaikan dan dimengerti bagi yang membacanya.

Oleh karenanya, saya sebut karya ilmiah itu adalah sebuah seni dalam menulis. Semua orang bisa memiliki gaya sendiri dalam menulis. Di bawah ini adalah gaya penulisan yang saya terapkan dalam penulisan disertasi saat ini.

Berikut adalah poin-poin penting di bagian RESULT

  1. Satu paragraf untuk satu topik atau eksperimen percobaan
  2. Diantara paragraf harus koheren, ada alur cerita yang saling terkoneksi
  3. Isi dari hasil terdiri dari kalimat : pendahuluan/latar belakang, tujuan penelitian, metode penelitian, hasil, kesimpulan

Contoh bagian paragraf hasil

Generally, it is important for HGFs to have an amorphous state due to a high thermodynamic activityTo investigate the crystalline or amorphous state of the Sac-HGF, we analyzed the X-ray diffraction (XRD) pattern of the HGFs. Approximately 2.5 x 2.5 mm2 of the HGFs were scanned by X-ray diffractometer. As shown in Fig. 9, the XRD patterns of the Sac-HGF and Na-Alg-HGF were amorphous patterns. These results suggest that both the Sac-HGF and Na-Alg-HGF have a high thermodynamic activity.

Berikut adalah poin-poin penting di bagian DISCUSSION

  1. Satu paragraf untuk satu topik atau eksperimen percobaan
  2. Diantara paragraf harus koheren, ada alur cerita yang saling terkoneksi
  3. Setiap paragraf bagian diskusi saling terhubung dengan bagian hasil
  4. Isi dari diskusi terdiri dari kalimat : pendahuluan, alasan hasil penelitian/dari jurnal lainnya, hasil (tunjukan gambar) dan kesimpulan

Contoh bagian paragraf kesimpulan

An amorphous hydrogel with high thermodynamic activity is tended to be essential for wound dressing application. Recently, Das et al. proved that a silver nanoparticle loaded amorphous hydrogel of carboxymethylcellulose (SNP-CMC) could be used for filling deep wounds of irregular shapes. The absorbing property of SNP-CMC gel would help in removing the exudates and prevent wound maceration, while the donation property would help in debridement of dead tissue. These properties would ensure a moist wound environment and facilitate early wound healing. In other study, hypromellose succinate-crosslinked chitosan HGFs showed an amorphous XRD pattern, which could absorb more drugs than their parent polymers, and undergo sustained drug release. In this study, the Sac-HGF showed amorphous form (Fig. 9), suggesting the potential as a wound dressing material.

Posted by nasrul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *