“CHANGE…dimata Pegawai”

January 21st, 2011

Perubahan kita rasakan semakin sirkle..melingkar tidak linier, semua tidak dapat kita tebak arah..bisa berputar ke arah B,C,A..kembali lagi…, sehingga kita diharapkan menjadi Adapter dalam menjalani rutinitas  bekerja sehari-hari. Sementara ini apa yang terjadi dan menjadi harapan dari setiap pegawai untuk melakukan perubahan? apakah perubahan strategi, operasional, serta perubahan yang berpengaruh positif terhadap perkembangan pegawai. Banyak hal yang membuat setiap pegawai ‘Melihat, kemudian ‘Bergerak kearah yang lebih positif.

Dalam buku Change , Renald Kasali ada kutipan pepatah yang mengatakan, “Kerja itu seperti main Kartu Remi, kita bisa Menang bekerja bila kita memiliki Kartu As…: kerja kerAs, cerdAs, ikhlAs dan tuntAs…” Apakah kita bisa seperti itu? tergantung langkah apa yang kita ambil..apakah kita mau TurnAround..(putar arah) karena untuk berubah kearah yang lebih baik kadang mesti putar haluan. Semboyan mengatakan ” Tak Peduli Seberapa Besar Kesalahan Langkah yang Sudah Kita Lalui…tapi Putar arahlah untuk Berubah ke Arah Yang Lebih Baik..” ( Renald Kasali.., Change).

Dinamika Perubahan dan perkembangan lembaga kita, membuat kita merasa diri kita seperti diajak , kemudian diubah kearah yang sedang dituju oleh Steakholder kita,tapi kita tak tahu..apa yang sedang Top Manajemen tuju.. karena tidak adanya komunikasi, sosialisai.., yang membuat kita bekerja dalam kebingungan. Kita seperti kehilangan kenyamanan bekerja..segala perubahan seperti akan menghilangkan semua kejayaan kita dimasa lalu.

Ketika kita melihat tapi tak kuasa bergerak…kita merasa bukan tak ada cahaya yang masuk..tapi justru karena kita disilaukan oleh cahaya yang berlalu banyak masuk sehingga menyilaukan kita. Kita kadang terlena oleh ‘sanjung, ‘puja-puji.. dan ‘dogma yang seolah-olah kita adalah bagian dari pekerja yg sudah baik/sempurna. Hal itulah yang kita rasa semakin membelenggu kita untuk berubah.

Sungguh..kita perlu sentuhan yang mengajak kita berubah secara lembut tetapi jelas..kelembutan disini mengandung  arti setiap kita manusia mempunyai rasa dalam bekerja, sehingga apabila rasa kita dibangkitkan respeknya secara halus-lembut tanpa aksi arogan, kekerasan atau memicu konflik..niscaya setiap kita punya keinginan untuk terus berubah kearah yang lebih baik. Sementara kejelasan..tentu bukan hal yang mustahil kita tuju, karena setiap langkah yang kita kerjakan..perubahan yang lakukan…, tentulah harus jelas hasil apa yang akan dituju , tanpa kejelasan target tujuan kita…, sia-sia apa yang kita lakukan.

Perubahan yang sedang dirasakan ,  mendesak kita untuk  ikut serta, karena tanpa keikutsertaan kita, apalah kita…! Kita dianggap seperti orang yang Resisten terhadap perubahan. Kita tidak mau dikatakan sebagai Stabilizer bertahanya cara-cara lama yang membuat kita bertahan dalam kejayaan masa lalu.

Kita harus menjadi seorang yang mampu menjadi adapter terhadap perubahan yang terjadi. Konsep pengembangan diri adalah salah satu dari konsep perubahan. Dengan pengembangan..kita akan berani menhadapi tantangan dan memberikan kontribusi positif terhadap lembaga kita. Kita sebagai bagian dari lembaga kita tentu ingin bersama-sama mengembangkan  lembaga kita menjadi lebih baik dan terus berkembang lagi.

Jadi mari kita bersedia berubah atau diubah..karena itu adalah tantangan kita dalam bekerja. Kita berpeluang membuka diri ..mengembangkan apa yang patut kita kembangkan untuk kesuksesan lembaga kita…dan masa depan kita sendiri. Have A Great Change!

Kadang tanpa kita sadari, pada awalnya setiap kondisi berubah..kenyamanan terasa terusik, kita merasa tidak dihargai lembaga kita, kadang tumbuh rasa frustasi pada diri sebagian kita. Ketidakbiasaan dianggap tidak normal. Banyaknya Change Agent yang bermunculan , yang membuat kita terkadang gerah..karena ketidakmengertian diri kita sendiri akan perubahan yang ada.

Kita merasa perlu komunikasi yang belum terbangun selama ini, dapat segera terbangun, untuk menyadarkan kita bahwa resistensi kita bukan ancaman tetapi “Work Up Call” dimana kita sejenak kaget, marah, karena seperti terkagetkan, tetapi kemudian kita akan tersadarkan dan perlahan-lahan akan mencari kesegaran.

Mari kita mulai membangun diri kita dengan bergerak kearah perubahan diri yang lebih baik, yang akan membawa kita kondisi yang lebih baik.

Mulailah perubahan pola bekerja dari hal-hal kecil yang mudah-mudahan memberikan dampak besar , apalagi sebagai orang yang beragama tentu kita yakin bahwa hidup kita harus mempunyai tujuan yang mulia. Sebuah pencerahan dari apa yang dikatakan Mario Teguh ” Cintailah Pekerjaanmu, karena Pekerjaan adalah Sarana Pemuliaan Kehidupanmu..jika engkau mencintai keluargamu, engkau akan bekerja dengan tulus”. Semoga ketulusan akan mewarnai setiap langkah dalam perubahan yang terjadi terhadap diri kita, serta tetap terus berharap bahwa lembaga kita akan membekali kita tentang apa yang perlu disiapkan dalam menghadapi perubahan itu sendiriapakah dengan memberikan pencerahan, pelatihan Inhouse Training atau kegiatan positif  lainya yang akan membukakan mata hati pegawai.

 

Leave a Reply