Skip to content

Categories:

BIOSTRATIGRAFI NANNOPLANKTON FORMASI BATUASIH SERTA KORELASINYA DENGAN BIOSTRATIGRAFI FORAMINIFERA PLANKTON

Abstrak

Berdasarkan kandungan nannoplankton dan foraminifera plankton, Formasi Batuasih diendapkan sejak Oligosen Akhir hingga Miosen Awal.

Zonasi biostratigrafi nannoplankton dapat dibedakan menjadi empat zona dengan lima subzona : Zona Selang Reticulofenestra umbilica-Sphenolithus distentus (=Zona CP17-Sphenolithus  predistentus, Okada & Bukry, 1980): Zona Selang Sphenolithus distentus- Sphenolithus ciperoensis (=Zona CP18-Sphenolithus  distentus): Zona Kisaran Sphenolithus ciperoensis (=Zona CP19-Sphenolithus  ciperoensis), yang terdiri atas Subzona Selang Sphenolithus  ciperoensis-Sphenolithus distentus (= Subzona CP19a- Cyclicargolithus floridanus) dan Subzona Selang Sphenolithus  distentus-Sphenolithus  ciperoensis (=Subzona CP19b-Dyctiococcites bisectus): seta Zona Selang Sphenolithus  ciperoensis-Triquetrorhabdulus carinatus (=Zona CN1-Triquotrorhabdulus carinatus), terdiri atas Subzona Selang Sphenolithus ciperoensis-Cyclicargolithus abisectus (=Subzona CN1a-Cyclicargolithus abisectus), Subzona Selang Cyclicargolithus abisectus-Discoaster druggi (=Subzona CN1b-Discoaster deflandrei) dan Subzona Selang Discoaster druggi-Triquetrorhabdulus carinatus (=Subzona CN1c-Discoaster druggi).

ZOnasi biostratigrafi foraminifera plankton Formasi Batuasih dapat dibedakan menjadi enam zona : Zona Selang Globigerina yeguensis – Globorotalia opima opima (=Globigerina ampliapertura, Bolli & Saunders, 1985), Zona Kisaran Globorotalia opima opima (=Zona Globorotalia opima opima), Zona Selang Globorotalia opima opima-Globigerinoides primordius (=Zona Globigerina ciperoensis ciperoensis), Zona Selang Globigerinoides primordius-Globigerinoides peripheroronda (=Zona Catapsydrax dissimilis), dan ZOna Selang Globorotalia peripheroronda-Catapsydrax dissimilis (= Zona Catapsydrax stainforthi).

Dengan menarik korelasi dari beberapa zonasi biostratigrafi fosil yang berbeda dapat dketahui hubungan tiap zonasi, serta mengetahui posisi batas zonasi satu kelompok dengan lainnya, yang berarti batas pemunculan awal dan kepunahan suatu spesies marker dari suatu kelompok dengan spesies marker kelompok lain. Penggunaan gabungan beberapa zonasi biostratigrafi dapat dipakai untuk membagi urut-urutan batuan berdasarkan umur secara lebih rinci.

Dari cii litologi, penyebaran serta kelimpahan fosil nannoplanktondan foraminifera plankton, menunjukkan bahwa ke bagian atas semakin berkembang menuju lingkungan laut dalam. Formasi Batuasih berhubungan menjemari denan Formasi Rajamandala dan keduanya terletak tidak selaras di atas Formasi Bayah

Full Page – Download !!

Posted in Penelitian.

Tagged with , , , .


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.