Lupakanlah Industry 4.0, lupakanlah Society 5.0, lupakanlah Transformasi Digital, Mulailah dengan Teknologi Efektif dan Efesien

Istilah Industry 4.0 atau revolusi industri ke 4, lalu dilanjut dengan istilah Society 5.0, lalu muncul istilah Transformasi Digital selalu dibawa-bawa, dicantumkan, dalam pembicaraan-pembicaraan resmi. Termasuk saya secara pribadi  setiap membuat tulisan, makalah, naskah akademik  selalu saja mengkaitkan istilah-isitlah tersebut. Sepertinya dengan memasukan istilah tersebut saya berharap orang akan tertarik membaca, atau akan menilai kalo tulisan saya tidak ketinggalan zaman. Hingga akhirnya saya mulai jenuh dan kecewa, kok dampak dari penggunaan istilah itu sepertinya gak sebagus harapannya. Pada saat kondisi ini saya merasa ingin menghapus semua istilah-istilah itu dari tulisan-tulisan saya, lalu melupakan seolah-olah istilah itu memang tidak pernah ada.

Istilah-istilah itu tidak akan saya jelaskan apa artinya disini, silahkan googling saja. Atau jika ada yang merasa kecewa dengan pragraf pertama saya di atas silahkan skip, tidak perlu baca paragraf- paragraf selanjutnya. Ini mungkin hanya curhatan pendek saya sebagai pegawai yang setiap harinya harus bergelut dengan pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan si “kotak pintar”.  Namun jika ada yang y merasakan hal yang sama ada baiknya membaca tulisan ini dengan tuntas, karena pada akhirnya bisa saja kesimpulannya berbeda dari yang anda duga.

Curhatan saya kali ini memang tentang Teknologi Informasi, namun ada baiknya saya ajak mundur terlebih dahulu sebelum mengarah ke Teknologi Informasi, yaitu Teknologi. Cukup sederhana saja saya coba jelaskan tentang apa itu teknologi. Teknologi itu tools atau perangkat atau alat bantu, atau sarana yang akan memudahkan dalam melakukan sebuah pekerjaan. Simple saja, dan cukup sampai disitu saja, tidak perlu dulu di kasih embel-embel informasi. Batu yang dibuat pipih kemudian diikatkan dengan potongan kayu dari dahan pohon oleh tali-tali dari batang tanaman merambat lalu digunakan untuk memotong buah atau makanan atau benda-banda lain, itu sudah disebut teknologi. Dikatakan teknologi harus tercipta karena ada yang membutuhkannya yaitu orangnya (people), dan dikatakan berguna atau bermanfaat karena tau bagaimana cara menggunakannya (proses).  Jadi sebelum muncul teknologi itu karena ada orang (people) dan ada pekerjaannya yang dilakukan (proses). Jadi sebelum bicara teknologi kenali dulu orang dan prosesnya baru teknologi akan dibuat.

Nah berdasarkan penjelasan singkat teknologi di atas saya mau coba mendongeng dengan bahasa sederhana ketika teknologi ternyata bukan segalanya.

Kisah Manusia di Zaman Batu dan Manusia dari Masa Depan

Dalam sebuah tempat di zaman batu, tinggalah sekelompok manusia ya hidup.. entahlah bahagia atau tidak ya.. yang pasti mereka tetap bertahan hidup. Suatu hari mereka dilanda kekeringan, tidak ada makanan lagi yang dapat bisa dimakan, binatang buruan juga sudah sulit dicari, buah-buahan sulit dicari, yang tersisa hanyalah buah kelapa, yang menurut mereka tidak dapat dimakan. Namun secara tidak disengaja salah satu dari mereka memukulkan buah kelapa pada batu tajam, dan akhirnya bisa pecah dan terbelah, sehingga batu itu sudah dianggap penolong bagi mereka, bahkan beberapa diantara mereka menyembah batu itu karena telah mengubah buah kelapa jadi bisa dimakan dan minum. Suatu hari akhirnya batu tajam tersebut pecah. Mereka sempat kecewa ternyata batu bisa kalah oleh kelapa, namun mereka tidak menyerah, pecahan batu-batu yang pecah mereka pegang dan dipukulkan ke kelapa. Berhasil meskipun tangan jadi ikut terluka. Waktu berjalan sehingga pecahan batu tersebut diikatkan ke kayu dan akhirnya tercipta kampak.

Kehidupan di zaman itu terus berlanjut mereka mulai mengenal pakaian, rumah yang lebih permanen, dan mulai mengenal emas, perhiasan, dan gaya hidup. Pada saat ini antara koloni mulai berinteraksi apakah dalam bentuk bersatu atau malah perang. Mereka mulai mengenal ambisi menguasai dan menumpuk kekayaan, merasa bangga menjadi yang terkuat dan seteursnya- seterusnya.

Tiba-tiba datang manusia dari masa depan membawa beberapa alat canggih yang tidak ada pada zaman itu, yaitu gergaji mesin listrik. Manusia masa depan ini menawarkan alat itu dengan ditukar dengan emas dan perhiasan yang cukup banyak. Tentunya si manusia masa depan ini menunjukan fungsi dari mesin gergaji ini, orang-orang yang melihat sangat takjub dengan mesin itu. Awalnya masyarakat di koloni tersebut tidak mau menukar dengan perhiasan yang mereka miliki, namun si manusia masa depan tidak mau menyerah, dengan memanas-manasi bahwa alat itu akan dia berikan kepada koloni tetangganya, baru mereka akhirnya mau menukar emas dan perhiasannya dengan alat tersebut.  Si manusia masa depan memberikan buku panduan lengkap agar mereka bisa mempelajarinya. Akhirnya manusia masa depan tersebut kembali kemasa depan dengan membawa emas dan perhiasannya.

Masyarakat di sana cukup bangga dengan alat gergaji itu. Bahkan koloni tetangga cemburu melihat koloni yang dekat dengan mereka memiliki alat tersebut. Itu membuat koloni tersebut menjadi terangkat derajatnya. Dan mereka berharap si manusia dari masa depan datang dan membawa alat yang sama seperti yang mereka bawa sebelumnya. Ya gergaji mesin listrik ini menjadi kebanggaan yang membuat masyarakat disana semangat. Bahkan gergaji itu selalu di bawa- bawa diacara- acara penting termasuk diacara -acara sakral.

Saking terlalu disakralkan mesin gergaji ini hanya boleh dipegang oleh pimpinan saja. Sementara masyarakat berharap gergaji ini bisa digunakan. Hingga mulai ada perpecahan di dalam koloni tersebut. Mulai mengkritik pimpinan koloni karena gergaji mesinnya tidak kunjung digunakan untuk memotong berbagai macam. Akhirnya melihat hal tersebut pimpinan menggunakannya, namun lupa bagaimana menyalakan alat tersebut. Oh ya si manusia masa depan memberi buku pedoman. Pimpinan menunjuk seseorang untuk mempelajari pedoman tersebut sebelum digunakan. Ah .. orang yang ditunjuk ternyata gak bisa baca, akhirnya bereksperimen, eksperimennya cukup lama,  hingga akhirnya berhasil menyalakan gergaji mesin listrik tersebut. Sungguh malang si pemegang gergaji setelah gergaji dinyalakan di mencoba mengusap gergajinya dengan tangan, katanya biar lebih tajam. 3 Jari tangannya putus. Gergaji tersebut sempat dianggap sebagai pembawa sial sehingga sempat akan dibuang, namun dengan kehati-hatian akhirnya gergaji mesin itu dapat digunakan.

Pimpinan memutuskan untuk menggunakan gergaji itu agar mengembalikan emas yang sudah diberikan kepada manusia masa depan untuk memotong batu-batu. Masyarakat sebenarnya tidak setuju, mereka berharap menunggu antrian agar dapat digunakan untuk menggantikan kampak mereka. Mereka mulai malas bekerja karena kampak yang digunakan terasa lambat jika digunakan untuk memotong. Mereka semua memilih menunggu mendapat giliran menggunakan mesin gergaji itu. Mesin gergaji mulai digunakan untuk memotong batu-batu. Belum satu hari memotong batu-batu tersebut, ternyata batrei dari mesin gergajinya habis. Mereka tidak faham dengan batrei. Akhirnya mesin gergaji tersebut digunakan seperti gergaji manual yang sangat berat melebihi gergaji biasa. Karena untuk mendapatkannya sungguh mahal pimpinan tetap memaksakan gergaji itu digunakan. Harapan untuk membuat koloni lebih baik dan membanggakan sama sekali tidak tercapai. Hal ini ditutup-tutupi agar tidak terdenganr ke koloni tetangga.

Waktu demi waktu berjalan  tiba-tiba manusia dari masa depan datang lagi.. jreng. Saat ini mereka membawa mesin gergaji listrik tenaga surya. Sekarang dia menawarkan ke koloni tetangga, koloni tetangga langsung menukarkan dengan emas yang jauh lebih banyak karena si manusia masa depan bilang kalo alat ini lebih canggih dari yang sebelumnya. Salah satu penduduk yang mengetahui kenyataan koloni yang menggunakan gergaji mesin ini mengingatkan bahwa kenyataannya tidak mudah menggunakan alat itu dan harus hati-hati. Namun nasihat itu tidak digubris karena kehormatan dan prestise koloni yang penting naik. Akhirnya sama saja solarcell yang disediakan malah digunakan sebagai kipas karena bagus hingga rusak sehingga mesin gergaji nya sama saja hanya digunakan sebagai mesin gergaji manual yang jauh lebih berat.

Dipercakapan antara dua pipinan koloni masih menganggap bahwa mereka bangga dengan mesin gergaji tersebut, dan sudah digunakan, bahkan masyarakat menyukai mesin itu. Tidak ada henti-hentinya kebohongan ini diceritakan dan akhirnya menjadi biasa. Sehingga mereka berharap manusia masa depan datang kembali dengan perbaikan-perbaikan yang hebat. Sementara masyarakatnya masih belum bisa baca, masih belum ahli menggunakan alat tersebut.

Kesimpulan

Dongeng ini dibuat terlalu kontras ya? mirip sinetron-sinetron indonesia, yang jahat, sangat jelas sekali jahatnya, dan yang baik sungguh sempurna baiknya. Kenyataan pastinya tidak sejelas seperti ini, namun ada harapan dengan dongeng yang kontras ini semuanya dapat lebih jelas. Masalahnya bukan di teknologi, tapi di people dan proses yang harus beres. Jangan sampai teknogi hanya dijadikan perhiasan saja.

Lihat mereka-mereka  di luar sana sungguh pas banget memanfaatkan teknologi terkininya, mereka merasakan apa itu efektif dan apa itu efesien, investasi seimbang dengan benefit. Untuk menyamakan tentunya tidak cukup menyamakan teknologinya saja, tapi people dan prosesnya juga harus dikejar. Jangan jadi konsumen yang disanjung-sanjung padahal sedang di sedot darahnya oleh vampire.

Pertanyaan yang peru dijawab oleh diri masing-masing

Berdasarkan hal cerita di atas silahkan pilih mana yang menurut anda paling disukai dan paling dibutuhkan.

  1. Jika memilih laptop untuk mengerjakan ketik surat, internet baca email, chat, sosmed laptop mana yang anda pilih akah mac book intel i7 atau laptop intel i3
  2. Jika anda pimpinan perusahaan yang  baru naik dan akan menggunakan sistem komputer, keputusan apa yang anda butuhkan agar perusahaan anda lebih maju: membeli server 150jt atau membeli komputer PC biasa
  3. Jika anda harus membeli kendaraan transportasi usaha, mobil apa yang perlu anda beli, apakah mobil pickup jepang atau mobil double cabin eropa.

Pertanyaan ini tidak menentukan benar atau salah tentang apa yang anda putuskan namun tentunya pertanyaan ini sebenarnya pertanyaan yang tidak bisa langsung dijawab, karena membutuh faktor2 lain untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut. Karena jawabannya adalah harus bisa efektif dan efesian.

Lalu apa sih efektif dan efesien itu ?

 

 

 

 

One Comment, RSS

  1. Hehe mantap pak arif tulisannya, banyak mengandung metafora tetapi memang relevan untuk kondisi (atau lingkungan) saat ini. Saya sih to the poin aja, kalau di paragraf akhir disuruh milih, saya milih mac book intel i7, server 150jt dan mobil double cabin eropa.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*