Archive for July 2021

Masjid Agung Banten

Peninggalan kerajaan Kesultanan Banten di Serang.

Kesultanan Banten merupakan salah satu Kerajaan Islam yang pernah berdiri di tatar Pasundan, Provinsi Banten sekarang ini.

Lahirnya Kesultanan Banten  merupakan pengaruh dari Walisongo yang telah berkembang mengajarkan Islam di Nusantara, terutama di pulau Jawa.

Berawal dari tahun 1526, Kesultanan Cirebon dan Demak yang tengah memperluas kawasannya di bagian barat.

Maulana Hasanuddin merupakan putra Sunan Gunung Jati yang berperan dalam penaklukan daerah barat yaitu bagian Kerajaan Sunda dan Portugis.

Awal Syiar Islam ke daerah Banten

Awalnya, Sunan Gunung Jati bersama Pangeran Walangsungsang dan pengikutnya sempat melakukan syiar Islam di wilayah Banten (dulunya disebut Wahanten).

Dikarenakan ajaran Islam yang mengajarkan pendidikan, ekonomi, cara perilaku masyarakat, dan banyak hal lainnya, Raja Surosowan pun sangat toleran dengan kedatangan pemeluk Islam yang datang dan tengah berdakwah di Banten.

Sembari memberikan ajaran Islam, Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) menikahi putri Sang Surosowan, anak dari Sang Surosowan.

Sunan Gunung Jati dan Istrinya pun dikaruniai dua anak, yaitu Ratu Winaon dan Pangeran Maulana Hasanuddin.

Di tahun 1479, Sunan Gunung Jati pun kembali ke Kesultanan Cirebon untuk menerima tanggung jawab sebagai penguasa cirebon.

Dari hasil para wali di Tuban, diputuskan bahwa Sunan Gunung Jati merupakan pemimpin dari para wali.

Perjalanan dakwah yang dilakukan di Banten pun dilanjutkan oleh pemeluk Islam di Banten beserta anak dari Sunan Gunung Jati, Pangeran Maulana Hasanuddin.

Dakwah dilakukan hingga ke daerah pedalaman seperti gunung Pulosari di Pandeglang, hingga ke Ujung Kulon.

Di tahun 1521, Jaya Dewata (Prabu Siliwangi) membatasi berbagai aktivitas pedagang muslim yang berada di daerah kerajaan Sunda.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi pengaruh Islam di Kerajaan Sunda dikarenakan pengaruh Islam mulai sangat kuat.

Dikarenakan pengaruh Islam yang sangat kuat, upaya yang dilakukan pun gagal, sehingga Kerajaan Sunda mencari mitra koalisi, Bangsa Portugis untuk melawan daerah Kesultanan seperti Cirebon dan Demak.

Perselisihan pun berlangsung hingga di tahun 1522, Maulana Hasanuddin membangun Komplek istana yang bernama Keraton Surosowan.

Dibantu oleh kekuatan Cirebon dan Demak, daerah Wahanten pun mulai diambil alih. Beberapa tokoh penting Banten saat itu memeluk agama Islam untuk membantu usaha tersebut.

Kekalahan dipihak Arya Suranggana pun membuat ia dan masyarakat yang menolak masuk Islam pun lebih memilih untuk masuk hutan di wilayah Selatan.

Pemerintahan Kesultanan Banten

Setelah Banten muncul sebagai bagian dari Kerajaan Kesultanan, pusat pemerintahan pun di bangun, termasuk membuat Masjid Agung Banten yang masih berdiri sampai saat ini.

Perluasan wilayah pun dilakukan hingga ke daerah Lampung. Kemudian pada tahun 1570, pemimpin kekuasaan pun digantikan oleh anaknya Maulana Yusuf dan terus berlanjut.

Hubungan Kesultanan Banten pun mulai ditingkatkan, salah satunya adalah Kerajaan Inggris.

Namun sikap Kesultanan Banten terhadap sangat bertolak belakang, dimana Belanda sendiri sudah mulai melakukan kolonisasi terhadap berbagai wilayah di Nusantara.

Sempat terjadi perdamaian antara Kesultanan Banten dan Belanda yang membuat puncak masa kejayaan Kesultanan Banten di tahun 1630 – 1680.

Kehancuran Kesultanan Banten pun diawali dari persesilihan perebutan kekuasaan, sehingga terjadilah perang saudara.

Keadaaan ini dimanfaatkan oleh VOC yang memberikan dukungan terhadap salah satu penerusnya, sehingga kekuasaan pun dipegang oleh Sultan Haji.

Akan tetapi, bayaran atas dukungan yang dilakukan pun harus dilakukan oleh Sultan Haji ke VOC. Selain itu, ia juga harus mengganti kerugian perang yang dilakukan oleh pihak Kesultanan.

Setelah meninggalnya Sultan Haji, VOC pun mulai mencengkram Kesultanan Banten. Perang saudara kembali terjadi sehingga pemerintahan pun semakin tidak stabil.

Ketidakpuasan pihak Kesultanan terhadap campur tanga VOC pun akhirnya menimbulkan konflik berkepanjangan, bahkan oleh rakyatnya.

Sejak tahun 1752, Banten sudai dipegang penuh oleh VOC dan penghapusan kesultanan Baneten pun dilakakukan oleh Gubernur Willem Daendels pada tahun 1808 dan resmi dihapus pada tahun 1813.

 

 

 

Di setiap waktu, perlu adanya perlindungan terhadap anak. Apalagi anak yang masih di bawah umur rentan terhadap kekerasan di lingkungan. Namun, selama masa pandemi, kegiatan anak umumnya berada di sekitaran rumah.

Buktinya, tingkat kekerasan anak malah meningkat di masa pandemi. Hal ini menyatakan bahwa anak belum tentu aman berada di rumah beserta pengawasan orangtua. Pandemi covid-19 sangat mempengaruhi segala aspek, termasuk di bagian keluarga.

Apalagi, terjadi masalah ekonomi keluarga, kehilangan penghasilan, maupun persoalan lainnya. Hal inilah salah satu faktor yang menyebabkan bahwa anak mendapatkan kekerasan dari pihak keluarga itu sendiri.

Valentina Gintings, Asisten Deputi Bidang Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Eksploitasi, berdasarkan data SIMFONI PPA, menyebutkan bahwa pada 1 Januari – 19 Juni 2020 telah terjadi 3.087 kasus kekerasan terhadap anak, diantaranya 852 kekerasan fisik, 768 psikis, dan 1.848 kasus kekerasan seksual, angka ini tergolong tinggi.

Angka tersebut terus meningkat selama masa pandemi. Sehingga, perlu adanya upaya penanganan untuk tindakan kriminal ini.

Kemen PPPA (Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak) telah memberikan Layanan Psikologi Sehat Jiwa (SEJIWA) 119 bagi mereka yang membutuhkan, mulai dari layanan edukasi, konsultasi, dan pendampingan.

Dosen dari IPB departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), Dr Yulina Eva Riany menjelaskan bahwa sejak ditemukannya kasus Covid-19 awal Maret lalu, Pemerintah Pusat telah memberlakukan kebijakan 3B, yaitu Belajar dari rumah, Bekerja dari rumah, dan Beribadah dari rumah (Ikhsan, 2020).

Penjelasan kekerasan anak selama masa pandemi dapat dijelaskan melalui teori kriminologi. Mulai dari penyebabnya terjadi kekerasan, resiko yang terjadi, hingga cara mengatasinya.

 

Penyebab Terjadi Kekerasan Anak Melalui Pandangan Studi Kriminologi

Salah satu penjelasan mengenai tindakan kriminal anak adalah social disorganization theory dari social structure theory. Social disorganization theory menghubungkan antara tingkat kriminalitas dengan karakteristik ekologis dari suatu lingkungan.

Tindakan kriminal dari suatu wilayah berkaitan dengan permasalahan yang terpenuhi bagi mereka, seperti pendidikan, kesehatan, dan permasalahan ekonomi.

Dengan lingkungan seperti yang disebutkan, maka tingkat stres pun mengalami kenaikan dan social control pun mengalami penurunan (social control yang dimaksud seperti keluarga, sekolah, tetangga, pemilik usaha, gereja, penegak hukum, dan jasa layanan sosial).

Kembali kepada kasus tingkat kekerasan anak di masa pandemi covid-19, hal ini menjelaskan bahwa permasalahan yang terdapat di lingkungan, dapat memuncul perilaku kekerasan terhadap anak.

Apalagi, di masa covid-19, permasalahan ekonomi dapat dirasakan oleh setiap orang. Pembatasan aktivitas yang dilakukan diluar menyebabkan sebagian masyarakat tidak dapat mencari nafkah atau ada juga yang dikurangi penghasilannya.

Penurunan permasalahan ekonomi pada orang tua menyebabkan anak menjadi sasaran pelampiasan stres yang dialaminya.

Selain itu, di dalam teori the social ecology school, berasal dari ahli ekologi sosial kontemporer, menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara kriminalitas dan memburuknya komunitas dan perekonomian.

Lingkungan yang buruk, dipenuhi tindakan kriminal, serta permasalahan ekonomi pada keluarga dapat menyebabkan timbulnya tindakan kriminal, salah satunya adalah kekerasan anak di masa pandemi ini.

 

 

Berikut merupakan pembahas mengenai teori the social ecology school.

  1. Community Deterioration

Pandemi covid-19 dapat berdampak pada dua hal, memajukan sebuah komunitas atau komunitas mengalami kemunduran.

Kemajuan yang dialami sendiri adalah kemajuan teknologi & komunikasi. Segala kegiatan pun diubah modelnya menjadi kegiatan online, mulai dari perdagangan hingga proses kegiatan belajar mengajar. Hal ini membuktikan bahwa manusia mengalami kemajuan dalam penggunaan teknologi di segala berbagai aspek kehidupannya.

Namun, ada juga kerugian yang disebabkannya. Kegiatan perekonomian di suatu komunitas dapat menurun akibat adanya masa pandemi. Apalagi, setiap individu yang mengalami permasalahan, berada di rumah, sehingga anak pun mendapatkan perlakuan kekerasan dari lingkungan keluarga itu sendiri.

  1. Poverty Concentration

Tingkat kemiskinan memiliki hubungan dengan tindakan kriminal. Hal inilah yang terjadi pada anak selama masa pandemi. Penurunan pendapatan dapat menyebabkan timbulnya kekerasan anak.

  1. Chronic Unemployment

            Dalam penelitian menyebutkan, bahwa pengangguran dapat menjadi prediktor adanya kriminalitas jika disertai dengan faktor keluarga yang tidak stabil. Populasi dengan kriteria tersebut dapat menghasilkan keturunan yang rentan melakukan kekerasan dan agresi.

Berbagai tindakan kriminal pun dapat dilakukan seseorang, termasuk kekerasan terhadap anak.

  1. Community Change

Perubahan kegiatan di dalam komunitas yang sangat cepat dapat meningkatkan tindakan kriminal, contohnya adalah masyarakat yang biasanya melakukan aktivitas, sekarang harus melakukannya di rumah, sehingga tindakan kriminal pun cenderung meningkat.

Selain itu, kasus ini dapat dijelaskan melalui salah satu teori kriminologi, rational choice theory. Teori ini menjelaskan bahwa  Keputusan untuk melakukan kejahatan dibentuk proses berpikir, emosi manusia, hubungan sosial, kemampuan individu, dan karakteristik lingkungan.

Dari teori ini, kenapa tindakan kekerasan anak dilakukan, disebabkan tindakan tersebut dapat dilakukan. Berikut merupakan penjelasan mengenai rational choice theory

  1. Choosing The Type of Crime.

Pemilihan kejahatan bergantung pada kondisi pasar saat ini dan peluang yang ada. Anak & orang tua yang terlalu lama berada di rumah merupakan salah satu kondisi yang dapat menyebabkan meningkatnya peluang terjadi kekerasan anak.

  1. Choosing The Time and Place of Crime.

Waktu dan tempat yang selalu bersama, oleh anak dan orang tua, menyebabkan kekerasan anak dapat dilakukan

  1. Selecting the Target of Crime

Dikarenakan kondisi anak yang rentan menjadi target tindakan kekerasan, peluang tindakan kriminal pun semakin tinggi untuk dilakukan.

 

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Graif (2017), Lingkungan yang kebanyakan tergolong sangat miskin lebih banyak mengalami kasus kekerasan anak dibandingkan dengan lingkungan miskin di daerah perumahan.

Tindakan kekerasan orangtua terhadap anak sering kali juga disebabkan karena masih dianutnya praktek-praktek budaya yang hidup dalam sebagian besar dimana status anak dipandang rendah, dikarenakan tidak memenuhi harapan orang tua (Nugroho 2002, dalam Sulisrudatin, 2020) .

Hal ini menunjukkan bahwa kekerasan anak dapat disebabkan karena tingkat kemiskinan dari keluarga itu sendiri.

 

Bagaimana dampak kekerasan terhadap anak itu sendiri ? terdapat beberapa penjelasan mengenai resiko yang dialami terjadi oleh korban menurut perspektif studi kriminologi.

Masjid As-Salam, Masjid Yang Paling Sering Saya Kunjungi

masjid as salam

Konten kali ini cuman pengen sharing masjid yang ada di dekat rumah saya Masjid As-Salam. Masjid ini sudah didirikan jauh sebelum saya lahir, yaitu pembangunannya sekitar tahun 1994.

Masjid As-Salam berlokasi di Jatiwarna, Rw. 05, Pondok Melati, RT.007/RW.005, Jatiwarna, Kec. Pd. Melati, Kota Bks, Jawa Barat 17415, lapangan tongkrongan anak Pondok Melati Indah.

Masjid ini merupakan pusat kegiatan Islam yang ada di Pondok Melati Indah. Berbagai kegiatan bermanfaat pun diadakan di dalam masjid ini.

Arsitektur Masjid As-Salam

Masjid ini memiliki kapasitas sekitar 150-200 orang. Dengan dua menara disisi kiri dan kanan, masjid ini menggunakan kubah galvalum sebagai atapnya. Simpelnya, kubah galvalum itu kubah yang terbuat dari baja, walaupun sudah lama, kubah ini tidak berkarat.

Sudah 20 tahun lebih dan sampai sekarang, masjid ini kokoh dan menampilkan kemegahannya. Didalamnya, sekarang sudah ada AC, jadi kalau ingin bermalam di masjid, sangat nyaman dan direkomendasikan.

Hanya saja dulu, sempat ada pencurian jam masjid, jadi sekarang sudah tidak terbuka walaupun sudah minta izin.

Masjid ini sendiri terdiri dari 2 lantai, dimana lantai atas digunakan untuk shalat dan bagian lantai bawah digunakan untuk kegiatan lainnya serta sekolah TK. Setiap jumat, lantai bahwa digunakan untuk kepentingan shalat jumat.

 

Pengalaman Saya di As-Salam

Namun, semenjak masa pandemi, kegiatan masjid pun berkurang, saya sendiri menjadi lebih jarang menunaikan shalat di masjid.

Ingat ketika dulu di hari jumat, tiap solat jumat saya mengantri makan 2 ronde buat makan siang dan malam. Maaf kalo terdengar serakah, tapi abang nya sudah kenal saya sejak lama, jadi tetap dikasih.

Masjid ini juga tetap memberikan kontribusi yang besar. Setiap ada musibah yang terjadi, tim DKM langsung dihubungi untuk membawakan mobil ambulans dan mengantar langsung ke RS.

Ingin rasanya pandemi segera usai, agar kegiatan bisa kembali normal seperti sebelumnya. Namun semuanya sudah kehendak dari Allah SWT, Ia-lah yang memutuskan segala sesuatu.

Banyak juga cerita sesama DKM Remaja As-salam yang dulu sering membuat kegiatan buat anak-anak sekitar. Semoga kedepannya bisa aktif lagi untuk generasi seterusnya.

 

 

 

Apa itu Depresi ?

Depresi merupakan gangguan mood yang  menyebabkan perasaan sedih dan  kehilangan minat yang terus-menerus. Hal  tersebut mempengaruhi perasaan pikiran,  dan perilaku yang dapat menyebabkan  masalah emosional maupun fisik. 

–Mayo Clinic, 2018

Gejala Dari Depresi

Emotional symptoms 

  • Unpleasant feeling 
  • Merasa murung, disforia

Behavioral symptoms

  • Gerakan lambat, bicara lambat  (psychomotor reterdation) 
  • Gerakan terlalu cepat, terburu-buru  (psychomotor agertation)

Cognitive symptoms 

  • Berpikir lambat dan sulit berkonsentrasi 
  • Mudah terdistraksi 

Emotional symptoms 

  • Social withdrawal dan inisiatif berkurang 
  • Tidak memperhatikan penampilan 

Somatic symptoms

  • Lelah, tidak bersemangat 
  • Sulit tertidur dan sering terbangun  atau tidur sangat lama
  • Nafsu makan berkurang, makanan  terasa hambar atau nafsu makan  bertambah

Depresi Dalam Kebencanaan

Depresi dapat menjadi salah satu permasalahan besar setelah terjadinya suatu
bencana. Dari data Management of Loss and Death (2018), kemungkinan terjadinya depresi pasca bencana adalah 17%-45%. Komorbiditas pada PTSD dan Depresi juga sangat umum, mencapai 35% – 68%.

Kemunculan Depresi pada penyintas suatu bencana juga dapat terjadi atau dipengaruhi dari bagaimana komunitas mengelola kehilangan dan kematian yang terjadi.

Menurut studi WHO (2019), ditemukan bahwa 1 dari 5 orang yang pernah mengalami bencana dalam hidupnya cenderung memiliki gangguan mental, salah satunya adalah depresi. Banyak kasus depresi ditemukan di berbagai penyintas bencana, seperti pada bencana tsunami Palu-Donggala yang terjadi pada tahun 2018 lalu.

Karakteristik dari Penyintas yang rentan terkena Depresi pasca bencana1.

  1. Tingginya tingkat pengelakan (avoidance) pada satu minggu awal
    sebelum bencana.
  2. Dekat / terpapar pada korban meninggal
  3. Rendahnya social support
  4. Merupakan anggota komunitas terjadinya bencana dalam waktu yang
    lama
  5. Memiliki kecenderungan/sudah mengalami depresi sebelum bencana
    terjadi

Untuk tipe depresi sendiri akan saya coba jelaskan secara singkat dan bagaimana ciri-cirinya.

Major Depressive Disorder

Berdasarkan DSM-5, lima atau lebih gejala di samping harus muncul dalam dua minggu dan mewakili perubahan fungsi yang terjadi, setidaknya salah satu gejala yang muncul adalah suasana hati yang murung dan kehilangan ketertarikan terhadap aktivitas yang biasa dilakukan.

Persistent Depressive Disorder

Persistent depressive disorder merupakan kondisi depresi ringan kronis yang telah hadir selama
bertahun-tahun. Berdasarkan DSM-5, individu mengalami suasana hati yang murung selama dua
tahun. Minimal ada dua atau lebih gejala dari poin-poin yang ada.

  • Nafsu makan berkurang atau berlebih
  • Insomnia atau hypersomnia
  • Kelelahan atau memiliki energi yang sedikit
  • Self-esteem yang rendah
  • Sulit berkonsentrasi dan membuat keputusan
  • Rasa keputusasaan

Premenstrual dysphoric disorder (PMDD)

PMDD merupakan berbagai gejala yang berhubungan dengan suasana hati yang terjadi berulang kali selama fase premenstruasi dan kemudian berkurang saat onset atau segera setelah menstruasi. Gejala yang dimunculkan minimal 5 atau lebih dari poin-poin yang ditampilkan

  • Mood labil
  • Mudah marah
  • Disforia
  • Kecemasan
  • Mempengaruhi kemampuan kognitif (kesulitan berkonsentrasi, merasa kewalahan, dan di
    luar kendali),
  • Gejala somatik (kelesuan, perubahan nafsu makan, masalah tidur, dll).

Penyintas bencana sendiri dapat rentan terhadap berbagai hal. Sehingga, kenali batasan Anda dengan kemampuan yang dimiliki ketika berada di lokasi kebencanaan sebagai relawan.

Neuropsikologi adalah studi mengenai hubungan antara fungsi otak dan saraf dengan perilaku, yang meliputi pemahaman, asesmen, dan penanganan perilaku maladjustive yang secara langsung berhubungan dengan fungsi otak. Neuropsikologi klinis 🡪 ilmu terrapan mengenai pernyataan perilaku difungsi otak.

Asemen 🡪 noninvasif – menguraikan fungsi otak (dari kinerja pasien) bedasarkan tes baku berdasarkan indikator yang melihat hubungan otak dan perilaku.

Sejarah: Edwin Smith (3000-1700 SM) lokasisasi otak, abab ke-19, kerusakan pada area korteks behubungan dengan kecacatan perilaku tertentu. 1861, paul broca, menemukan bagian khusus mempengaruhi ucapan motorik. Di awal abad ke-20 Karl Lashley mengusulkan konsep equipotentiality, menyatakan bahwa meskipun ada lokalisasi, sebenarnya korteks berfungsi secara utuh daripada berfungsi sebagai bagian yang terpisah  teori alterrnatif Model fungsional, Jackson 🡪 Luria, berbagai fungsi otak berinteraksi dalam menghasilkan perilaku tertentu.

Struktur dan fungsi (berdasarkan hemisfer dan bagian otak)

Cedera otak 

Metode Asesmen Neuropsikologis

Battery test, process/flexible approach or the hypothesis-testing approach.

  • Prosedur neurodiagnostik 🡪 Eegs, PET, X-Rays, spinal taps, CAT –> SPECT, FMRI  
  • Area pengujuan Fungsi kognitif 🡪 Intelektual, penalaran abstrak, memory, visual perceptual processing., language functioning.
  • Batery test (Halstead-Reitan dan Luria-Nebraska).
  • Variabel yang Mempengaruhi Kinerja pada Tes Neuropsikologis 🡪 jk, usia, tingkat pendidikan pasien mempengaruhi nilai dalam interpretasi. Hal yg baru, pasien bermotivasi pura-pura sakit (malingering).
  • Intervensi dan rehabilitasi. Neuropsikolog sering didorong ke dalam peran koordinasi perawatan kognitif dan perilaku pasien yang telah menunjukkan penurunan kognitif dan perilaku sebagai akibat dari disfungsi otak atau cedera. Pedoman umum untuk merumuskan jenis tugas rehabilitasi (Golden et al., 1992):
    • Ini harus mencakup keterampilan yang terganggu yang sedang seseorang formulasikan kembali.
    • Terapis harus dapat memvariasikan tugas dalam kesulitan dari tingkat yang sederhana bagi pasien ke tingkat yang mewakili kinerja normal.
    • Tugas harus dapat dikuantifikasi, sehingga kemajuan dapat dinyatakan secara objektif.
    • Tugas harus memberikan umpan balik langsung kepada pasien.
    • Jumlah kesalahan yang dibuat oleh pasien harus dikontrol.
  • Concluding remark
  1. Training 🡪 basis pengetahuan yg dipelukan: (a) inti psikologi geologi (statistik, pembelajaran, psikologi sosial, psikologi fisiologis, psikologi perkembangan, sejarah); (b) inti klinis generik (psikopatologi, psikometri, penilaian, intervensi, etika); (c) neurosains dan neuropsikologi dasar manusia dan hewan (neuroanatomi fungsional, teknik neurodiagnostik, neurokimia, neuro-psikologi perilaku); dan (d) pelatihan neuropsikologis klinis spesifik (desain penelitian dalam neuropsikologi, teknik penilaian neuropsikologis khusus, teknik intervensi neuropsikologis khusus).
  2. Masa depan 🡪 memusatkan perhatian di memprediksi/memfasilitasi pemulihan dari cedera otak.

 

Spesialisasi Psikologi Klinis Bidang Psikologi Pediatrik dan Psikologi Klinis Anak

Psikologi Pediatrik merupakan bidang interdisipliner yang menyangkut fungsi dan perkembangan fisik, kognitif, sosial dan emosional yang berhubungan dengan masalah kesehatan dan sakit pada anak, remaja, dan keluarga (Sutardjo, 2012). Psikologi Klinis anak merupakan psikologi terapan yang menangani penyimpangan psikologis (perilaku) pada anak dan remaja.

Proses adaptasi dialami tergantung dari resilien seseorang. Resilience adalah kualitas individual dengan kemampuan menangani adversity dan mencapai perkembangan yang baik.

  • Aktivitas (asesmen, intervensi, prevensi, dan konsultasi)
  • Masalah klasifikasi dan diagnosis (PPDGJ 🡪 DSM IV)
  • Asesmen (wawancara, observasi perilaku, dilanjutkan dengan tes kecerdasan, tes prestasi, tes proyektif, kuisioner, asesmen neuropsikologis, serta asesmen kognitif. Untuk mendapatkan hasil asesmen yang baik dan akurat, terapis ataupun asesor perlu untuk membangun good rapport terhadap klien).

Pelatihan: PRH (segala aspek dalam perrkembangan yg dapat mempengauhi asesmen, diagnosis, penanganan dan hasil),Psikopatologi pekembangan (abnomal dan gangguan yg berkaitan dgn mental dan emosional), metode asesmen, keluarga, dan anak, Strategi-strategi intervensi yang berhubungan dengan anak, remaja, keluarga, orangtua, sekolah, serta komunitas, metode riset dan evaluasi sistem,masalah professional, etik, dan hukum bagi anak sebagai client dan dirinya sebagai psikolog yang menangani, masalah diversitas seperti perbedaan etnik dan kultur, karna dapat berpengaruh bagi penafsiran data asesmen, jenis intervenci, sistem multi-disiplin dan servis penyampaian, promosi pencegahan, dukungan keluarga, dan kesehatan karna psikolog perlu memperhatikan tidak hanya kondisi anak saat itu namun juga masa depannya, masalah sosial yang berpengaruh pada anak, remaja, dan keluarga, pengalaman spesialis di bidang asesmen, intervensi, dan konsultasi